Categories
Sosial
Cara mendapatkan uang dengan Mudah
Social
Latest notes
Kewirausahaan Sosial
[5/24/2008 9:09 AM]

New Social Networking
[5/19/2008 9:09 AM]

Cara Mudah Mendapatkan Uang
[5/19/2008 9:09 AM]

Indonesia ku terpuruk
[4/1/2008 9:09 AM]

Masa Keemasan
[1/22/2008 8:08 AM]

5/24/2008 9:09 AM
Kewirausahaan Sosial
(0) comments,   (0) trackbacks

Kewirausahaan Sosial ( Social Entrepreneurship ) Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Melaui aspek Sosial dan Ekonomi

Kewirausahaan sosial adalah salah satu bentuk perubahan paradigma pengembangan mikro ekonomi yang lagi hangat dimasyarakat atas jawaban keterpurukan perekonomian bangsa ini. Munculnya kewirausahaan sosial merupakan sisi dari sebuah model dalam mengembangkan perekonomian terutama bagi mikro ekonomi. Keberhasilan dari Grameen Bank dan Grameen Phone di Bangladesh adalah salah satu contoh terjadinya pergeseran orientasi dalam menjalankan program social entrepreneurship yang diawali oleh inisiatif dari Dr. Muhammad Yunus. Apakah paradigma tersebut dapat berkembang seperti apa yang diharapkan?

Sebenarnya ditanah air sendiri kewirausahaan sosial telah di kembangkan sejak lama, sebut saja Bina Swadaya sebuah LSM yang mengembangkan kewirausahaan sosial yang bergerak memberdayakan masyarakat dari tahun 1967 dengan memanfaatkan Kelompok Swadaya Masyarakat sebagai ujung tombak pemberdayaan. Dimana program mereka tercermin dalam tujuh pilar aktivitas bina swadaya yaitu:

  1. Pemberdayaan Masyarakat Warga (Bina Swadaya Konsultan)

  2. Pengembangan Kenuangan Mikro (BPR dan PPKM)

  3. Pengembangan Agribisnis (Trubus Mitra Swadaya)

  4. Pengembangan Komunikasi Pembangunan (Trubus, Penebar Swadaya, Puspa Swara, Niaga Swadaya, Trubus Media Swadaya)

  5. Pengembangan wisata alternatif (Bina Swadaya Tour)

  6. Pengembangan jasa Percdetakan Umum (Percetakan Penebar Swadaya) dan,

  7. Penyediaan Fasilitas Workshop, Akomodasi pelatihan serta pertemuan (Wisma Hijau)

      (Buletin Bisa Swadatya. No. 54/Tahun XIII/Desember-Januari 2008)


Namun demikian kewirausahaan sosial sendiri kurang mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah ataupun masyarakat, menjadikan itu sebuah tantangan yang besar bagi pengembangan kewirausahaan sosial di Indonesia. Akan tetapi seiring dengan perkembangan yang terjadi maka kewirausahaan sosial dapat terus tumbuh menjadi suatu semangat yang baru bagi bangsa ini setelah perekonomian kita terus dilanda berbagai tantangan yang terjadi saat ini. Penghargaan dari pemerintahpun datang bagi orang-orang yang telah berjasa mengembangkan suatu model baru bagi perekonomian bangsa ini dan itupun menjadi titik awal bagi perkembangan yang lebih jauh dari kewirausahaan sosial.

Konsep kewirausahaan sosial sendiri masih sangat sulit diperoleh karena terbatasnya sumber informasi yang terdapat diasyarakat juga referensi buku yang masih kurang.

Menurut Setyanto P. Santosa dalam artikelnya Peran Social Entrepreneurship dalam Pembangunan, pengertian sederhana dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan dan kesehatan (healthcare). Jika business entrepreneurs mengukur keberhasilan dari kinerja keuangannya (keuntungan ataupun pendapatan) maka social entrepreneur keberhasilannya diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Masih menurut Setyo P. Santoso, Social Entreprenuers makin berperan dalam pembangunan ekonomi karena ternyata mampu memberikan daya cipta nilai–nilai sosial maupun ekonomi, yakni :

1. Menciptakan kesempatan kerja

2. Melakukan inovasi dan kreasi baru terhadap produksi barang ataupun jasa yang dibutuhkan masyarakat

3. Menjadi modal sosial

4. Peningkatan Kesetaraan (equity promotion).


Apakah paradigma tersebut akan berkembang seperti yang diharapkan? Jawabannya tergantung dari proses masyarakat memahami apa yang disebut dengan kewirausahaan sosial ini, maka dari itu perlunya suatu tindakan bersama dari dalam dirikita untuk menumbuhkan jiwa yang tertidur karena lelah menghadapi kehidupan ekonomi kita, pemecahan masalah sosial dan ekonomi ini tidak lepas dari dukungan semua pihak baik dari pemerintah ataupun masyarakat.


Cep Yoga Firmansyah

Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial '04 



TRACKBACK URL: http://www.outblogger.com/trackback/13908

5/19/2008 9:09 AM
New Social Networking
(0) comments,   (0) trackbacks

you can get pay from YUWIE

look on your Right Side in Monitor

you can see YUWIE picture and click

OR 

you will visit me in:

http://profile.yuwie.com/cheaf

and make new to sign up



TRACKBACK URL: http://www.outblogger.com/trackback/13883

5/19/2008 9:09 AM
Cara Mudah Mendapatkan Uang
(1) comments,   (0) trackbacks

Yuwie mirip-mirip dengan jaringan sosial lainnya akan tetapi ini lebih beraneka ragam dan yang pastinya menguntungkan karena kita bisa menerima bayaran jika kita aktif bermain di YUWIE ini...............

Beneran ini, buat apa saya bohong..... kan harus berani berbuat baik nah ini dikasih kesempatan oleh yuwie supaya kita bisa lebih banyak teman karena jaringan/koneksi itulah yang tak ternilai untuk kehidupan kita....

Mau gabung...??

1. Lihat disebelah KANAN MONITOR ANDA
2. Ada gambar Hurup Y itu tinggal di klik aja dan nanti keluar gambar orang ngomong-ngomong   3. tinggal di SIGN UP dibawah orang itu dan isi deh biodata..................Anda langsung bergabung dan tinggal perbanyak link anda 
 

ATAU 

kunungi aja ini

http://profile.yuwie.com/cheaf

dan tinggal di bikin baru aja.....Sign up dst



TRACKBACK URL: http://www.outblogger.com/trackback/13882

4/1/2008 9:09 AM
Indonesia ku terpuruk
(0) comments,   (0) trackbacks

Indonesia ku..add to favorites 

Bangunnya Yang Terpuruk

Indonesia…Indonesia… namamu memang membuat hati ini pasti deg..deg..an.. kenapa? Ya gimana tidak, tiap kali ada yang membicarakan tentang Mu pasti hati ini selalu ingin membela-Mu, ingin sekali aku mendengar namamu disebut dalam hal kebaikan di dalam negri-Mu sendiri ataupun dalam kancah pergaulan internasional akan tetapi, tiap aku dengar hanyalah keburukan demi keburukan yang terdengar dalam telingaku apakah ada yang salah dengan negri yang aku cinta ini..? Ataukah telingaku yang selalu ingin mendengar dalam hal keburukan orang lain..???

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan alam dan manusianya coba kita lihat kekayaan alam yang kita miliki dimulai dari tanah yang subur, yang mengandung berbagai kandungan alam yang maha dasiat untuk kehidupan umat manusia, minyak salah satu kandungan yang membawa bangsa Indonesia ini bisa berbagi kekayaan alamnya ke negara-negara lainya. Tanahnya yang subur yang bisa ditanami berbagai jenis pohon untuk kebutuhan hidup umat manusia dan berbagai jenis kekayaan alam lainnya yang terlalu sempit jika kita tulis di media yang terbatas ini karena banyaknya kekayaan alam yang diberikan sang pencipta untuk kehidupan umat manusia di dunia ini dan khususnya di bumi pertiwi kita. Begitupun dengan manusianya yang kaya akan pengetahuan (seharusnya) dan budaya yang dapat mendorong proses perkembangan pembangunan menuju bangsa yang cerdas dan mandiri serta sejahtera dalam menjalankan kehidupannya, kebudayaan yang kita miliki cukup beragam dan itu merupakan identitas dari bangsa kita yang majemuk terdiri dari berbagai sukubangsa yang berbeda akan tetapi duduk dalam suatu wadah negara kesatuan republik Indonesia.

Pertumbuhan perekonomian menurut berbagai berita saat ini telah mencapai 6,3 persen sungguh luar biasa pertumbuhan perekonomian yang paling tinggi dari 10 tahun terakhir, dan itu masih mungkin bisa bertambah seiring makin membaiknya perekonomian dalam negri kita.

Sering juga kita mendengar tentang penemuan-penemuan karya anak bangsa yang patut dihargai oleh bangsa ini, contoh saja pembuat kompor alternatif yang tidak menggunakan BBM, pengganti kacang kedelai yang harganya melambung tinggi dan lain sebagainya. Itu semua merupakan asset bangsa yang harusnya pemerintah antusias sekali untuk mengembangkannya dan mensosialisasikan kepada masyarakat, siapa tau dengan ditemukannya satu yang tumbuh menjadi seribu…. Sungguh luar biasa kita patut hargai orang-orang seperti itu, yang tidak mempunyai tahta akan tetapi berkarya nyata dalam bagi bangsa dan negara yang tercinta.

Dahulu pemikir-pemikir barat tentang teori pembangunan bisa disimpulkan melihat kebudayaan yang ada pada negara dunia ketiga merupakan penghambat dalam proses pembangnunan yang modern ataupun proses pembangunan harus melihat contoh model dari negara barat yang maju dan mengesampingkan apa yang terkandung dalam sebuah masyarakat suatu negara yang menjadi ciri khas ataupun identitas dari negara tersebut. Maka dari itu proses pembangunan tidak berjalan dengan baik malah semakin terpuruknya proses pembangunan di negara dunia ketiga termasuk Indonesia.

Jika para pemimpin memiliki moral yang baik, maka bangsa ini tidak akan terpuruk seperti sekarang akan tetapi, kita tidak usah terlalu memikirkan hal yang sudah berlalu masa lalu menjadi pelajaran kita dimasa mendatang supaya jangan sampai terulang kembali, lebih baik memikirkan sekarang dan masa depan, mau dibawa kemana bangsa kita ini dengan para pemimpin yang mempunyai moral. Setelah jatuhnya rezim orde baru, kesadaran masyarakat akan kebebasan dalam menentukan hak dan kewajibannya sebagai warga negara semakin meningkat dimana kebebasan untuk memilih dan menentukan pendapatnya merupakan kunci dari kemajuan bangsa ini pada proses pembangunan, dimana proses pembangunan ini meliputi berbagai bidang bukan hanya dilihat dari aspek ekonominya saja akan tetapi dari aspek sosial, politik dan budaya serta agama yang menjadi suatu kesatuan dalam proses pembangunan untuk kesejahteraan bangsa ini.

Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya Pengantar Ilmu Antropologi, dalam masyarakat masa kini ada lapisan petani, lapisan buruh, lapisan pegawai, lapisan pegawai tinggi, lapisan cendikiawan, lapisan usahawan dan sebagainya. Yang menjadi ciri khas yang harus dipertahankan dari kebudayaan kita dan akan menjadi penyokong terjadinya proses pembangunan yang melibatkan masyarakat serta akan menjadikan bangsa ini kuat dalam proses pembangunan yang berkelanjutan ialah kekuatan agama dan rasa persaudaraan bangsa ini, dimana gotong-royong misalnya merupakan jalan kegiatan yang baik dalam masyarakat dan menjadikan semua warga ikut terlibat dalam kegiatan gotong-royong tersebut tanpa membeda-bedakan antara warga satu dengan yang lainnya dan akan menjadikan ini suatu proses asimilasi dalam masyarakat. Itu hanyalah segelintir dari apa yang menjadi kebanggaan bangsa kita ini dimana semua suku mempunyai apa yang menjadi akar bagi terciptanya suatu keadaan menuju masyarakat yang maju.



TRACKBACK URL: http://www.outblogger.com/trackback/13249

1/22/2008 8:08 AM
Masa Keemasan
(0) comments,   (0) trackbacks

MASA KEEMASAN

(Prajurit Bayaran Transnasional)


Masa muda adalah masa keemasan..? siapa yang bilang dan meyakini hal tersebut mungkin kurang memahami makna kehidupan sendiri. Hidup adalah suatu kesempatan yang diberikan sang pencipta, dimana kita perlu dan patut mensyukurinya agar kelak kita bisa menikmati waktu dimana kehidupan setelah mati adalah yang abadi (hidup menuju mati dan mati menuju kehidupan yang abadi).

Dimulai kita diberi kehidupan dan sepanjang hidup di dunia itulah masa dimana kita menikmatinya disamping kita bersyukur.

Sayang sekali kehidupan kita terutama masa muda kita telah teracuni oleh dunia yang tak bertanggung jawab. Mengapa demikian? Karena kita telah termakan oleh kesalahan yang telah dibenarkan oleh mereka (sebut saja negara-negara barat), dimana mereka menguasai berbagai sisi kehidupan kita yang sebenarnya kita tidak tersadarkan oleh hal tersebut, yang bila itu terus dibiarkan akan menghancurkan kita dibumi kita sendiri.

Pada bulan Januari 1949, Presiden AS, Harry S Truman, mengumumkan: ’kita harus meluncurkan program untuk memanfaatkan kemajuan sains kita dengan kemajuan industri yang ada untuk perbaikan dan pertumbuhan didaerah-daerah terbelakang.’ Dan apa hasilnya? Kita bisa lihat negara terbelakang mana yang sekarang sudah maju.

Dari dulu, dunia yang tak bertanggung jawab telah membutakan kita, memekakan telinga dan membentuk kita seperti yang mereka inginkan dan kita telah dikunci dalam korset baja, yang kuncinya dipegang oleh mereka yang tidak akan diberikan cuma-cuma. Dengan dalih organisasi internasional untuk kemakmuran negara miskin, sehingga kita hanya mampu sebagai penikmat apa yang mereka berikan dimana kenikmatan itu adalah selubung dari kenikmatan mereka. Alih-alih mengentaskan kemiskinan, tetapi kemiskinan makin menjadi.


Higtly Indebted Poor Countries Initiative (HIPC), pada tahun 1996 diluncurkan untuk mengurangi hutang negara-negara termiskin pada tingkat berkesinambungan. Sebagai kampanye intensif oleh Jubilee 2000, HIPC diperluas pada pertemuan puncak G-7 (negara-negara kaya) di Cologne pada tahun 1999, dengan janji pengurangan hutang sebesar 100 milyar dolar AS. Jumlah ini hanya sepertiga dari jumlah yang dianggap penting oleh Jubilee 2000. Tidak semua negara donor memenuhi janji mereka dan tingkat hutang ’berkesinambungan’ tidak terwujud. Malawi yang mempunyai hutang sebesar 2,9 milyar dolar AS, memenuhi syarat untuk pengurangan sebesar 950 juta dolar AS, namun jumlah hutang yang tersisa pun masih diluar kapasitas mereka untuk dapat dilunasi. Meskipun menderita krisis kelaparan maupun HIV/AIDS, malawi masih juga diharuskan melunasi 66 juta dolar AS per tahun, terutama pada negara-negara kaya, IMF, dan Bank Dunia.

(Jubilee Research, www.jubilee2000uk.org dalam

Kemiskinan Global karangan Jeremy Sebrook : 2006)


Dalam buku Kemiskinan Global karangan Jeremy Sebrook, mengatakan ”...kaum muda menjadi prajurit bayaran transnasional dalam kancah perang untuk memenangkan logo dan merk”.

Obsesi kaum muda pada emblem yang menunjukan kepemilikan seperti, pakaian, celana, aksesoris, telepon genggam dan lain sejenisnya. Mendorong mereka melakukan apapun untuk mendapatkan barang-barang itu tak peduli seberapa besar mereka mengelurkan materi untuk mendapatkan merk tersebut, hanya demi prestise dari orang lain. Dorongan yang dasyat dari media yang begitu kuat mempengaruhi diri kita sampai kita tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah (yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar). Memutarbalikan fakta adalah keahlian mereka...

Sungguh ironi...., suatu bentukan yang luar biasa dari orang-orang diluar sana. Pemujaan konsumerisme terjadi diseantero dunia (terutama negara-negara dunia ketiga) tak terkecuali dalam jiwa orang Indonesia terutama para kaum muda.

Apakah kita hanya menggelengkan kepala akan hal ini..?

Apakah kita belum juga tersadarkan oleh kenyataan yang sebenarnya..?

Apakah kita tahu dampak yang ditimbulkannya..?

Kemiskinan... kemiskinan, keterpurukan.. dan kehancuran...!! (Sepanjang kita tidak sadar dan tidak berbuat apapun untuk memperbaiki kehidupan ini).

Jiwa muda yang kita miliki seharusnya menjadi pemicu untuk memperbaiki kehidupan, bukan hanya kritis yang sekedar melakukan kritis yang habis terkikis dengan jabatan yang melahirkan krisis, akantetapi kritis yang melakukan sesuatu.....!.

Dikatakanlah oleh dunia yang tak bertanggung jawab bahwa masa muda adalah masa keemasan, dimana masa keemasan itu patut dinikmati, dituruti keinginannya, bebas yang sebebas-bebasnya tanpa ikatan tuntutan makna kehidupan yang sebenarnya. Kekeritisan dan penglihatan jiwa muda kita, larut dalam dunia yang modern, maju dan kebarat-baratan yang perlu di ikuti agar tidak ketinggalan jaman dan tidak kampungan, yang mana semua itu telah disediakan demi kenikmatan kaum ”konsumerisme” yang notabene banyak terdapat dinegara-negara seperti kita.

 



TRACKBACK URL: http://www.outblogger.com/trackback/10828



Photo albums
photo


My Friends
Kampus

My Links
Belajar online

My Books
Sosial

My Music
Rock n' Roll




Latest photos


clicksalary.com

Powered by OutBlogger.com
Get Your Free Blog